i.s.e.n.g

iseng

Sebuah kata yang ketika saya lakukan pencarian di Google menghasilkan beberapa definisi. Yang pertama adalah merasa menganggur sehingga mengerjakan sesuatu sebagai perintang-rintang waktu. Kemudian ada juga yang memberikan arti sekadar main-main saja.

Iseng, ya, salah satu istilah yang sangat saya sukai. Melakukan keisengan memberi kepuasan tersendiri buat saya. Iseng saat bosan, iseng saat bekerja, iseng saat berada bersama teman, dan berjuta iseng lainnya. Menurut saya, keisengan tidak membutuhkan alasan yang logis ataupun masuk akal. Karena inti dari keisengan adalah ide untuk melakukan sesuatu tanpa harus tahu bagaimana proses yang benar secara norma ataupun hukum, dan tanpa harus pula seperti apa hasilnya. Kadang keisengan memang didasari dengan pengetahuan yang jelas tentang bagaimana cara melakukan dan apa hasil yang diharapkan. Tapi tidak jarang keisengan juga dilakukan dengan metode yang acak dan spontan dan seperti apa hasilnya akan diketahui setelah keisengan itu dilakukan.

Saya selalu berpikir keisengan adalah hal yang menyenangkan dan tidak ada salahnya dilakukan. Persepsi orang lain terhadap keisengan itu jarang saya pedulikan. Tapi, sekarang persepsi saya sudah jauh berubah akan makna keisengan itu.

Dua hari yang lalu, entah datang darimana ide iseng itu, saya melontarkan ajakan kepada pacar saya untuk menghentikan segala aktivitas komunikasi di antara kami. Untuk informasi saja, kami berpacaran melibatkan jarak, terpisah secara ruang. Sudah menjadi pandangan umum bahwa hubungan jenis ini sangat tergantung dengan komunikasi. Apalagi di jaman sekarang, di mana begitu banyak jalan untuk tetap keep in touch by communication. Bisa dengan layanan suara (telefon), pesan singkat (SMS), email, chatting, media sosial atau yang sedang digandrungi seperti BBM. Ide bodoh saya pada awalnya adalah dengan menghentikan acara bertelfon-ria yang biasa kami lakukan. Pacar saya malah menawarkan untuk menghentikan juga aktivitas ber-SMS karena ga ada gunanya kalau berhenti menelfon tapi SMS masih ada. Dan kami menyatakan deal dengan ide ini dengan durasi 2 hari, 1 malam, tanpa telfon dan tanpa SMS.

Ada sedikit penyesalan ketika mengiyakan ide ini, tapi kembali lagi, karena menurut saya ini adalah iseng dan berasumsi (bodoh) pacar saya juga paham ini adalah main-main, maka saya berusaha untuk menikmatinya.

Sayang yang terjadi bukan permainan yang menggelikan, tetapi malah malapetaka kesalahpahaman. Siang hari, sekitar 10 jam sebelum permainan ini usai, saya menerima SMS dari pacar saya yang mempertanyakan sebenarnya apa maksud dari keisengan ini? Apakah saya bosan? Apakah saya butuh waktu sendiri? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang isinya sangat bertentangan dengan maksud awal dari keisengan saya ini. Ya, dia sepertinya sangat kecewa. Saya pun kecewa. Kami sudah salah paham. Di titik ini saya seperti disambar gledek. Ada suara sangat nyaring di dalam kepala saya yang berkata, “Keisengan ini sudah tidak lucu lagi!!”

Iseng menjadi hal yang menyenangkan dan menghibur jika ditempatkan pada tempat, waktu, dan orang yang tepat. Dan satu syarat tambahan, harus dipastikan bahwa pihak-pihak yang dilibatkan dalam keisengan ini harus paham seutuhnya bahwa ini adalah iseng belaka. Ketika ada pihak yang ngga betul-betul paham, maka iseng menjadi bencana. Dan itu yang saya alami.

Well, untungnya, setelah kami membicarakan masalah ini baik-baik, saya bisa menjelaskan semuanya, dan pacar saya bisa mengerti (or at least mencoba untuk mengerti). Dari sini saya seperti menerima doktrin baru, bahwa iseng pun harus bertanggung jawab. Saya bersumpah tidak akan melakukan keisengan jenis ini lagi dengan dia. Kalaupun ada keisengan jenis baru, maka saya akan sangat berhati-hati, make sure she’s really okay with that.

Tapi bagaimanapun juga, saya orang yang sangat suka bercanda dan iseng adalah bagian yang mutlak tidak terlepaskan dari bercanda itu. Saya tidak akan berhenti untuk iseng, tapi juga tidak akan sembarangan iseng 😛

Jadi kesimpulannya, tetap iseng asal bener-bener iseng hahahaha… piss

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s