Balada Pengangguran

Post ini ditulis menggunakan sebuah notebook berlabel 28/NT/ENS/08 terkoneksi pada sebuah handset TEMS k800i yang bernaung di bawah cakupan sel
dengan identitas UARFCN:10663 SC:144 di bilangan Tangerang pusat.

Hari ini adalah hari keenam setelah berakhirnya kontrak saya dengan perusahaan Z//. Berarti sudah sah status saya sekarang sebagai seorang pengangguran. Bertambah lagi 1 orang pengangguran di republik Indonesia tercinta yang menurut penerawangan edisi Februari 2010 dari badan pusat statistik sebanyak 8.59 juta orang (itu juga kalo datanya valid). Saya juga sebenarnya masih belum percaya dan belum merasa bahwa saya adalah seorang pengangguran. Enam hari yang telah berlalu saya isi dengan tetap pergi ke kantor yang sudah tidak menggaji saya untuk mengurus masalah administrasi (bahkan sampe saya ngetik post ini belum beres juga). Yah, karena masih bolak-balik kantor, karena masih tetep bergaul dengan orang-orang kantor, rasanya saya masih belum total menjadi seorang penganggur.

Mungkin saya adalah orang tolol yang di saat angka pengangguran yang begitu besar, di saat lapangan pekerjaan begitu sulit, di saat persaingan berebutan pekerjaan begitu ketat, saya malah melepas sebuah pekerjaan beserta bayarannya tentu saja. Ada sedikit rasa penyesalan. Hanya saja penyesalan itu dikalahkan dengan mudah oleh egoisme (atau kebodohan?) saya atas ketidaksetujuan dengan beberapa rule dan policy dari kantor yang kurang memihak pada kaum buruh. Apapun ceritanya, yang jelas tombol EXECUTE sudah ditekan. The show must go on kalo kata orang londo.

Bicara soal pengangguran, jadi teringat pada sebuah lagu berjudul Balada Pengangguran yang pernah dipopulerkan Kantata Takwa di era orde baru dulu. Kenapa ya, sampai sekarang, yang konon katanya sudah era reformasi, demokrasi, dan si si si yang lain, bagi kebanyakan orang mencari pekerjaan itu sulit? Kata pak Beye, ekonomi negara mengalami peningkatan 6.2% (PDB, QII 2010). Tapi tetep aja masih banyak aja penganggurannya. Pertanyaannya kenapa issue pengangguran ini sepertinya pending melulu. ”Di mana sih, blocking point-nya?????”, menirukan pertanyaan khas operator seluler seraya menodong hutang progress.

Yah, capek mikirin gituan mah… Sudahlah, pokoknya yang penting buat saya saat ini adalah sebanyak mungkin melamar anak orang….ups..salah, maksudnya sebanyak mungkin melamar pekerjaan. Karena bagaimanapun juga uang yang saya miliki untuk tetep survive di sini terbatas. Kalau tidak bisa segera mendapat gaji, bisa-bisa saya mati kelaparan di rimba metropolitan ini. Atau bisa juga dievakuasi menuju rumah orang tua akibat dianggap sudah tidak mampu lagi bertahan di Jakarta. Ah….mikirin yang ini ternyata bikin nyali ciut juga. Ya….sudah yang penting mah usaha, kalo udah usaha diiringi dengan doa. Karena yang namanya kalo sudah usaha dan doa, apalagi dikombinasikan dengan restu dari Sang Pencipta, niscaya jalan pun terbuka.

 

Balada Pengangguran

(Kantata Takwa)

O, apa jadinya?
E, ini apa?
O, apa jadinya?
E, aku lesu?

Dibolak balik dinalar nalar
Tanpa logika oh ya!
Diraba raba diterka terka
Tidak terduga oh ya!

Misteri ijazah tidak ada gunanya
Ketekunan tidak ada artinya

Pembangunan oh!
Pengangguran ya!
Ya ha ha ha
Oh ya!

Penerangan oh!
Kegelapan ya!
Putus asa oh ya
Oh ya o!

Akan merampok takut penjara
Menyanyi tidak bisa
Bunuh diri ku takut neraka
Menangis tidak bisa

Kaki lima oh!
Kaki lima ya!
Kaki lima oh!
Oh ya!

Makan debu huh!
Makan debu iya!
Ya janji palsu
Oh ya!

Dibolak balik dinalar nalar
Tanpa logika oh ya!
Diraba raba diterka terka
Tidak terduga oh ya!

Menghutang lalu lagi menghutang
Tahu tahu menipu

Pembangunan oh!
Pengangguran ya!
Pengangguran oh!
Oh ya!

Penyuluhan oh!
Kegelapan ya!
Putus asa oh!
Oh ya!

Menghutang lalu lagi menghutang
Tahu tahu menipu

Pembangunan oh!
Pengangguran ya!
Pengangguran oh!
Oh ya!

Menghutang lalu lagi menghutang
Tahu tahu menipu

Penyuluhan oh!
Kegelapan ya!
Putus asa oh!
Oh ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s