Begini-begini Saja

Entah kenapa sejak kembali ke Manado sehabis lebaran
kemarin, hidup terasa begini-begini aja, malah memburuk.
Ga ada lagi keinginan untuk kerja sampe dini hari ataupun
minimal sampe larut malam. Yang ada hanyalah bangun
kesiangan, bekerja serabutan, kalo sore ga selesai dan ga
urgent2 amat ya langsung tutup laptop.

Semakin hari semakin pula merasa bodo amat dengan
target projek ataupun komplain dari client. Mau bagaimana
lagi, sesudah sekian bulan jungkir balik banting tulang
berusaha support projek ini, tidak ada sedikitpun apresiasi
diberikan dari Jakarta. Boro-boro ada penghargaan, yang
ada malah penyunatan berbagai macam fasilitas mulai
dari kopi, teh, dan gula. Kemudian pemotongan jatah pulsa
dengan bonus telat juga pembayarannya. Sekarang ditambah
lagi dengan tidak diperpanjangnya mess yg mengharuskan
kami pindah ke mess kantor yg sangat ga nyaman. Kehidupan
pribadi pun serasa tak ada artinya. Sampe detik ini masih
aja sendiri.

Oke, cukup keluhannya. Akhir-akhir ini sering mendapat
pertanyaan dari saudara maupun teman tentang “How’s
life?”Jawaban yang keluar dari mulut saya sih selalu sama,
“Yah…begini2 saja”. Begini2 saja dalam artian tidak banyak
yang berubah selama setahun berada di Manado. Karir ya
masih gini-gini aja dengan apresiasi tingkat minimum.
Urusan dengan wanita pun setali tiga uang. Wanita yang
sedari dulu diharapkan lenyap seperti mimpi. Yang dekat
pun tidak ada. Untuk urusan yang ini saya jauh lebih pesimis
daripada karir. Tapi ya, sudahlah.

Walau bagaimanapun juga, hidup adalah anugrah. Walau
begini-begini saja dalam beberapa hal, untungnya masih
banyak hal yang saya punya. Saya ga perlu bingung soal
makan, jajan, ataupun hangout. Penghasilan boleh saya
bilang sangat cukup. Saya ga perlu lagi gelisah tiap kali
ingin merokok dan minum kopi. Saya punya team yang
sangat solid even saya sering kali nyolot sama mereka.
These guys are professional.

Hidup memang begini-begini aja. Seringkali membosankan.
Karir dan jodoh mungkin terasa jalan di tempat. Tapi itu
bukan halangan untuk menikmati hidup yang begini-begini
aja ini. Belajar untuk menerima dan sesekali melihat ke
bawah bisa jadi solusi. Tidak perlu mendengarkan ocehan
orang semacam Mario Teguh atau menggelontorkan
banyak duit untuk sekedar training bodoh ESQ. Karena
buat saya, satu-satunya cara menikmati hidup adalah
dengan menikmatinya. Jadi, ya nikmati saja.

Kalau hidup sejauh ini masih begini-begini aja. Cobalah
untuk menikmatinya karena hidup itu indah. Loh?? Gimana
mau indah kalo karir kaya gini, cewe juga ga punya???
Percayalah, even hidup cuman gini-gini aja, sebenarnya itu
indah. Kalau belum indah juga, then yakinlah: Semua itu
akan indah pada saatnya yg sudah Tuhan tentukan.

p.s: mari nyalakan rokok, hirup aroma wangi kopi, kita
nikmati hidup yang begini-begini aja tapi indah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s