NKRI 65 Tahun: ocehan engineer goblok

Proklamasi Indonesia

Proklamasi Indonesia

65 tahun yang lalu, di tanggal yang sama di bulan ini, 17 Agustus 1945, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan dari sebuah negara yang terjajah, di tengah2 kekosongan kekuasaan kekuasaan. Negara itu bernama Indonesia. Pada tahun-tahun berikutnya, Indonesia masih harus banyak bergulat dengan pihak-pihak asing (baca: Belanda dan NICAnya) yang masih belum bisa ridho dan nerimo untuk ngelepasin jajahannya. Termasuk juga harus banyak berurusan dengan banyaknya gerakan-gerakan separatis dari dalam negeri. Waktu itu, Soekarno sebagai pemimpin bangsa, masih mencoba-coba, menelaah, berusaha mencari sistem kenegaraan yang paling cocok dengan Indonesia. Lahirnya Pancasila adalah mahakarya Bung Karno, sebuah falsafah yang akhirnya diputuskan untuk tidak mengambil mentah-mentah sistem yang ada di dunia saat itu (komunis dan kapitalis), tetapi sangat mencerminkan jati diri bangsa yang berke-Tuhanan, yang majemuk, yang menghargai hak-hak pribadi, tidak mengandalkan suara terbanyak melainkan melainkan dengan musyawarah-mufakat demi suatu keputusan, dan cerminan sebuah bangsa yang menghendaki sebuah keadilan sosial. Dengan kekayaan alam yang sedemikian melimpah, falsafah hidup yang nyaris sempurna, dan kekuatan massa yang luar biasa besar, di atas kertas, bangsa ini akan menjadi sebuah bangsa yang besar, dihormati dan sejahtera, adil dan makmur rakyatnya.

2010
65 tahun setelah pembacaan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan, sepertinya hal-hal yg gw tulis di atas cuman mimpi ato retorika binti utopia belaka. 65 tahun, untuk seorang manusia adalah umur dimana harusnya sudah ongkang-ongkang kaki, menikmati kehidupan. Tapi apa yang ada, bisa dilihat dengan pemerintah yang selalu membangga-banggakan peningkatan angka persen pertumbuhan ekonomi (tapi makro), ga sebanding sama apa yang ada di lapangan. BPS mengatakan ada 35 juta penduduk miskin, itu juga kalo ngambil datanya bener. Yang putus sekolah silakan dihitung saja, niscaya angkanya bakal bikin orang elus dada (itu juga kalo orang bersangkutan masih punya hati). Buruh selalu dikesampingkan, orang miskin selalu dikesampingkan, yang tidak punya lembaran rupiah tidak bisa mendapat keadilan. Kita menjadi kuli di antara bangsa-bangsa, menjadi budak di negeri sendiri. Negeri yang kekayaan alamnya melimpah ruah, tapi sangat banyak yang masih kelaparan. Negara apa ini???

Yang sangat mengecewakan adalah kelakuan dari para wakil rakyat. Dengan kondisi negara yang seperti ini, koq mereka ini malah kesannya ga peduli dan malah pengen memperkaya perutnya sendiri. Lihat aja, dari program2 kerja mereka, mana ada yang pure dijalankan untuk kesejahteraan rakyat. Dana aspirasi lah, rumah aspirasi lah….sampah semua. DPR sepertinya mendefinisikan dewan perwakilan bertugas untuk mewakili, jadi rakyat ya jangan marah kalo kesejahteraannya DPR yang wakili. Elit politik sudah lupa sama amanat yang harusnya mereka jalankan. Bersama elit-elit kepolisian dan  kejaksaan papan atas, mereka sibuk berakrobat dalam lakon Dagelan Negeri Carut-Marut Acak Adut episode: entah nomer berapa ditonton oleh rakyat yang kelaparan dan terbodohi. Reformasi ternyata hanyalah kentut, tercium sebentar lalu hilang ditelan angin. Liat aja, korupsi malah semakin banyak, semakin besar, semakin tidak tahu malu. Jangan selalu menyalahkan elit-elit politik yang ada di Senayan sana, tidak usah jauh2, orang-orang sekitar kita ngga sedikit pula yang sudah menjadikan korupsi sebagai hobi barunya. Bisa Anda, bisa juga saya termasuk!

Harga diri bangsa juga terasa hilang. Bagaimana pemerintah dengan gampangnya dilecehkan oleh bangsa lain. Lihat saja, Freeport, tambang yang menghasilkan duit melimpah ruah tapi tidak bisa membawa kesejahteraan sedikitpun bagi warga Papua. Pemerintah selalu diam, sudah didikte oleh Paman Sam karena ga punya harga diri. Kasus dengan Malaysia, belum hilang ingatan soal Sipadan-Ligitan, kali ini kasus penangkapan staf kementrian Kelautan di wilayah kandang sendiri bahkan sepertinya tidak ada tindakan tegas. Kasus kekerasan atas nama agama pun juga menyeruak, mengatasnamakan agama, ada pihak-pihak yang menyerang pihak beragama lain berpegang pada faham kami yang benar, mereka yang salah, harus dibasmi. Untuk kesekian kalinya Pancasila sudah diinjak-injak. Mana solusi dari pemerintah ato mungkin presiden??? Omong kosong!!!

Jangan Menyerah

Walaupun rakyat didera berbagai macam cobaan akibat pemerintah yang ga becus ngurus, tapi banyak hal luar biasa yang dilakukan. Mereka tetap survive, walaupun harus bekerja membanting tulang, hanya untuk beberapa suap nasi, mereka survive. Mereka yang dizalimi para kapitalis, mereka yang selalu digusur, mereka yang selalu kalah, tapi mereka survive. Sayang ada beberapa yang tidak bisa sabar, mengikuti nasihat iblis untuk menjadi seorang kriminil. Tapi gw tau, itu semata2 bukan karena emang jahat dari lahir….tetapi karena jebakan sistem yang tidak bisa memberikan keadilan dan kesejahteraan buat mereka. Kite semua ikut bertanggung jawab.

Masih banyak hal membanggakan, beberapa siswa menyumbangkan medali dalam olimpiade sains, tingkat dunia. Membuktikan bahwa dalam hal keenceran otak, Indonesia ga kalah sama bangsa lain.

Jangan menyerah! Bersabarlah! Karena bagaimanapun bangsa ini tergantung dari niat dan usaha kita, mau berubah atau tidak. Lupakanlah para elit busuk, mereka hanya parasit yang tidak punya harga diri. Hantam busuknya muka mereka jika mereka menghalangi usaha kita. Berusaha semaksimal mungkin, sesuai apa yang kita bisa. Bekerjalah sekeras mungkin seperti bukan manusia lagi. Mengutip M. Fadjroel Rahman yang menutip Sahrir dalam Kompas edisi 16 Agustus:

” Optimistislah dan jangan pernah letih mencintai Indonesia…”

Dirgahayu negeraku Indonesia tercinta…mungkin tahun ini belum bisa dirayakan dengan senyum seluruh rakyat, mungkin tahun depan, mungkin 10 tahun lagi, ato entah kapan…yang jelas kami tak akan berhenti berusaha dan berharap…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s