Manado: episode kuli instalasi

Mencoba hal2 baru adalah sesuatu yang sangat gw suka. Kalo ada kesempatan yang dateng, prinsip gue, harus diambil…biar ga nyesel nantinya. Karena itu juga, ajakan kerja bakti bergotong royong penggantian feeder dan antenna dari rekan BSS langsung gw ambil. Walopun nantinya sekedar jadi penggembira (ato malah ngerepotin, bukan ngebantuin), at least gw pengen liat langsung prosesnya.

Pemandangan di atas..terlihat pulau Manado Tua di kejauhan

Minggu, 16 Mei 2010, sekitar jam 10an pagi kita berangkat dari Manado menuju ke daerah Tatapaan, sekitar 2 jam perjalanan dari Manado. Ditemenin sama 3 orang rekan dari subkontraktor dan 4 orang dari tim kita, cuman gue yang asli bukan orang instalasi = NOL pengalaman. Misinya adalah mengganti antena sekaligus menambah ketinggian antena yang mengharuskan mengganti kabel feeder juga. Sampe di site, jarum jam udah nunjukin angka 12 siang, lagi panas-panasnya. Daerah sekitar site adalah perkampungan nelayan yang letaknya di pinggir pantai (*yaiyalaaah….namanya jg nelayan, masa di kaki gunung??). Oke, intinya tu antena 2 sektor sama feedernya 4 biji udah nunggu untuk dibongkar en diganti. Tali tambang dan katrol disiapkan. Salah satu anggota tim langsung mengikatkan tali tambang ke badannya lalu naik ke atas sampai puncak tower. Yang lainnya juga ikut naik, ada yg bawa peralatan, ada yang bawa katrol, dan ada pula yang ngebawa Biskuat plus air mineral. Yang pertama dikerjain adalah menurunkan antena eksisting. Pertama antena diikat ke tali tambang yang sebelumnya udah dilewatin di katrol yang dipasang di puncak tower. Setelah diikat kencang, mur-mur pengikat antena ke mounting bisa dilepas. Trus, antena tinggal diturunin pake tali tambang tadi. Oia, mounting antena itu semacam besi penahan yang ngehubungin antena ke tiang tower. Sekitar sejam berlalu dua buah antena sektoral udah berhasil diturunin. Selanjutnya, menaikkan mounting antena dari ketinggian 50 meter menjadi 60 meter. Ini yang agak sulit. Masalahnya mounting antena ini agak berat. Di atas salah satu mounting terpasang antena microwave yang haram hukumnya kalo sampe tersenggol apalagi kalo sampe berubah arahnya. Mounting antena harus dinaikkan tanpa menyentuh sedikit pun antena microwave tadi. Metodenya cukup sederhana, walopun terbukti cukup sulit untuk dieksekusi. Salah satu ujung tambang ada dalam tower untuk menarik beban yang diikat tengah2 tambang. Sedangkan ujung yang lain ada di bawah, yang oleh orang di bawah. Tujuannya untuk mengamankan beban biar engga nabrak tiang tower ato antena lain. Caranya, orang dibawah menarik tambangnya menjauh dari tower, sehingga beban engga nabrak2 tiang tower. Yang cukup aneh, karena untuk menarik mounting yang berat ini dengan tangan saja di dalam tower agak susah, mereka mengikatkan ujung tambang yang di dalam ke salah satu personil. Personil yang diikat ke tambang ini akan menjadi beban tambahan untuk mengimbangi beban mounting yang mau diangkat. Teknik ini mereka sebut “Terjun”. Si “penerjun” akan meluncur turun di sisi tangga tower bersamaan dengan naiknya beban. ‘Penerjun’  ini harus hati-hati, soalnya dia cuman tergantung di seutas tambang, jadi kedua tangannya harus bersiap-siap mencengkeram tangga tower jikalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Proses menaikkan mounting antena ini memakan waktu yang cukup lama, hampir 3 jam. Oia, biar gampang ngerti prosesnya…ni gw gambarin di bawah :P.

naikin antena...cara yang aneh 😛

Kelar naekin mounting, tim beristirahat sejenak. Kebetulan ada personil tambahan yang baru dateng, bawa beberapa tetes minuman dan beberapa suap nasi. Waktunya mengisi kembali energi yang hilang. Sembari beristirahat en ngisi perut, beberapa personil juga memulai merakit antena baru yang udah dateng dan memotong kabel feeder dari gulungan.

Puas istirahat, kerja pun dilanjutin. Udah jam 4 sore waktu itu, feeder belom diganti, antena baru belon juga naek. Karena waktu kayanya bakal kurang, gw ngerasa harus ikut bantuin. Akhirnya gw putusin untuk bantu ngelepasin klem-klem yang menahan kabel feeder menempel ke besi tower. Bersama beberapa temen yang laen kita ngelepasin satu per satu. Waktu itu gw ngga pake safety harness. Bener-bener pelanggaran berat untuk melakukan pekerjaan di ketinggian! Tapi apa boleh buat, secara yang laen pada sibuk. Berbekal sebuah kunci 13 pinjaman, satu persatu tiap 1 meter, klem dilepasin. Jarak 50 meteran dikerjain sama 3 orang waktu itu. Tim yang dibawah sama tim katrol di atas udah siap buat naikin antena baru. Our time is running out…mereka nekat buat narik 2 antena langsung sekali angkut. Masih ada 3 klem paling atas yang tersisa. Gw sempet nanya sama team leader, “Klem mau dilepas semua atau gimana?” Dijawab, “Sisain aja 1 atau 2 yang paling atas”. Oke, tanpa banyak pikir, dengan bodohnya, gw lepasin lah klem nomer 3 dari atas. Tiba2 waktu ngelepasin klem, kabel feeder meluncur turun karena bebannya sendiri karena cuma 2 klem yang menahan! Klem yang gw lepasin barusan pun udah terjun bebas ke bawah. Gw kaget abis. Posisi gw cuman setengah duduk di besi yang melingkari tangga. Tangan kiri memegang feeder karena takut feeder jatuh. Tangan kanan memegang tangga. Gw berada di ketinggian 50 meter tanpa harness. Ternyata, temen2 di bawah udah siap untuk ngatrol antena naik. DAMN! Mampus gue. Gw liat ke bawah, ada satu temen di bordes 40 meter. Mencoba tenang, gw minta temen gw ini untuk ngencengin lagi klem yang ada di depannya, dengan harapan bisa menahan beban feeder ini. Ternyata bisa!!! Feeder ga bergerak lagi, ditahan sama klem yang barusan dikencengin. Tepat waktu dia selesai, tim di bawah memberi komando untuk menarik tali tambang. Gw pegang tambang, yang baru aja gw sadarin udah ada di samping gw. “1…2…3…Tariik!!!”, aba2 dimulai, gw langsung bantu narik tambang untuk naikin antena. Terlihat 2 buah antena perlahan-lahan naik. Terus…dan terus….perlahan tapi pasti.

Kerja bakti di tower

Kerja bakti di tower

Ternyata, saat itu juga, pemandangan yang indah banget terlihat di sisi barat tower. Matahari mulai terbenam di laut sebelah barat. Sumpah….keren banget…nyesel rasanya kamera gw tinggalin di bawah. Sambil narik tambang, matahari perlahan-lahan mulai menghilang seperti ditelan lautan yang luas nun jauh di sana. Antena akhirnya ngelewatin posisi gw…tapi ga lama kedengeran orang di atas teriak kalo antenanya stuck! Mereka minta gw naek dikit buat ngedorong antena keluar soalnya ada yg nyangkut, mau ga mau musti naek dulu beberapa meter buat ngelepasin antena yang ternyata bracketnya nyangkut di tower…haaah…ada2 aja.

Karena 2 antena dikatrol sekaligus ke atas, melepas antena dari katrol dan memasangnya ke bracket pun jadi ngga gampang. Ketika antena yang satu dipasang, antena yang lain harus digantung sementara, dan tentu saja ngga boleh jatuh. Berkat keahlian temen2 yang di atas, memasang 2 set antena pun selesai dalam waktu kurang dari 1 jam. Karena ga ada kerjaan gw naik aja sampe puncak. Untuk pertama kalinya gw di malam hari ada di ketinggian 60 meter. Menyenangkan juga rasanya. Di tengah kegelapan temani cahaya bulan dan bintang (bintang terlihat sangat banyak dan terang karena lingkungan sekitar cuman kampung, ngga ada lampu2 seperti di kota). Bos team leader langsung memerintahkan untuk menurunkan feeder lama. Gw harus turun dulu ke tempat terakhir tadi. Ada 4 tarikan feeder yang harus diturunkan. Lagi-lagi karena keterbatasan waktu, 4 feeder langsung diturunkan bersamaan. Ujung atas feeder diikat pada katrol. Di bawah sudah ada tim yang akan menahan katrol dan melepasnya perlahan-lahan sehingga feeder bisa turun dengan aman. Apakah proses ini lancar? Ternyata tidak juga. Ketika feeder sudah mulai diturunkan, ternyata ada yang aneh. Tali tambang udah kendor, tapi feeder ngga juga mau turun. Ada yang nyangkut kemungkinan, atau ada klem yang belum dilepas. Karena gw yang paling deket sama ujung atas feeder dan punya kunci 13, gw coba ngecek satu per satu klem di atas, agak sulit karena sudah gelap (jam 7 waktu itu). Klem semua udah lepas. Trus knapa masih nyangkut?? Gw cek lagi satu persatu memastikan…sampe ga sengaja gw liat, ternyata simpul tambangnya nyangkut di klem! Damn, gw coba untuk melepas tambang dari tempat nyangkutnya. Susah!! Beban feeder bikin nyangkutnya kuat banget. Gw teriak minta tim di bawah untuk mengulur sedikit demi sedikit tambang mereka. Perlahan-lahan…masih juga belum bisa…akhirnya…KRAAK…tambang pun terlepas…feeder dengan bebas mulai meluncur ke bawah! Fuuuh…cape juga…setelah keempat feeder tiba dengan selamat di tanah.

Waktunya untuk menaikkan 4 feeder pengganti. Karena menaikkan lebih berat dari menurunkan, akhir feeder dinaikkan 2 tarikan sekali angkut. artinya ada 2 kali sesi naikin feeder. Beberapa orang termasuk gue, bersiap-siap di bordes tower, untuk mengawal feeder agar tidak nyangkut ato salah arah. Kali ini tidak begitu sulit. Yang kerepotan adalah tim di bawah yang harus mengatrol 2 utas feeder. Terlihat sangat kelelahan akibat bekerja seharian. Sampe-sampe mereka harus lompat terlebih dahulu, mempergunakan berat badan dikalikan gravitasi bumi untuk memperoleh tarikan yang lebih kuat. Ketika feeder sudah semua di atas, tugas kami2 yg masih di atas adalah memasang kembali klem agar feeder tidak jatuh dengan feeder masih menggantung pada tambang. Setelah beberapa klem terpasang, katrol pun bisa dilepas. Well, waktu itu gw udah bener2 ngga kuat. Akhirnya gw putusin untuk turun. Beberapa orang yg masih kuat, naik ke atas untuk membereskan pekerjaan yang tersisa: memasang jumper dari feeder ke antena dan di bawah memasang jumper dari feeder ke BTS.

Sebuah pengalaman baru buat gue, ikut dalam tim instalasi. Sangat menyenangkan, apalagi dilakukan secara kerja bakti, tanpa ada bayaran dari perusahaan. Kerjaan hari itu berakhir sekitar pukul 1 malam. Bayaran yang kami terima berupa feeder bekas sepanjang 200 meter yang lumayan berharga kalau dikilo. Thanks buat semua team, buat kesempatan yg dikasi, bener2 menyenangkan kerja sama kalian. Kalau ada waktu dan kesempatan, gw masih mau diajak kerja gini lagi 😛

Advertisements

One comment

  1. and13nky · June 14, 2010

    hayaahh..pengen bangeett ikutan manjaatt piikk… must be so much fun and challenging!! greaatt experience!!! adrenalin bgt tuuh pas baca… niat bgt pula lo sampe gambar2 begituan… hihihi.. nice hun!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s