Malaysia….my first journey

Heaaahhhh…..finally, perjalanan saya ke sebuah negeri yang tidak terlalu jauh dari tanah air ini terjadi juga. Setelah sempat mengalami beberapa kali penundaan, dari awalnya direncanakan sekitar November 2007. Kemudian diundur menjadi Januari 2008 dan terakhir keberangkatan dijadwalkan Juni 2008. Luckily, jadwal yang terakhir ini tidak mengalami penundaan lagi.

Kepergian saya ke Malaysia ini, tidak lain dan tidak bukan adalah dalam rangka Students Exchange Program (SEP) antara STT Telkom (sekarang Institut Teknologi Telkom) dengan Multimedia University (MMU). Saya dijadwalkan menjalani masa tahanan..eh, maaf, maksud saya masa studi di MMU selama 4 bulan. Sebenarnya status saya saat ini adalah ex-mahasiswa karena sudah menjalani ritual Sidang Tugas Akhir (walaupun belum mengikuti wisuda). Namun entah seperti apa kebijakan atasan di STT Telkom akhirnya saya beserta dua orang rekan saya tetap diberangkatkan.

Oke, singkat kata saya mempersiapkan segala hal untuk keberangkatan tersebut. Jadwal keberangkatan adalah tanggal 9 Juni 2008 dengan pesawat KLM flight KL810 jam 18.35 WIB. Setelah berpamitan dengan beberapa staf dan atasan dan beberapa rekan kami berangkat dari Bandung pukul 12.00 dan sampai di bandara internasional Soekarno Hatta sekitar pukul 15.30. Kami mengisi perut sejenak dan sholat sambil menunggu waktu check-in. Saat check-in, saya baru sadar, ternyata sedikit lebih ruwet daripada penerbangan domestik. Dimulai dari boarding, kemudian membayar fiskal sebesar 1 juta rupiah, dan ada pengecekan paspor. Sebelum masuk ke gate yang dituju masih ada pemeriksaan sekali lagi. Nah, di sini sangat dianjurkan untuk tidak membawa cairan ataupun gel dengan volume lebih dari 100 ml, karena akan diambil oleh keamanan.

Penerbangan KLM KL810 menggunakan pesawat Boeing 747. Penerbangan terasa sangat tenang, begitu juga pendaratannya, terasa sangat halus. Kami sampai di KLIA pukul 21.40 waktu setempat (waktu di Malaysia sama dengan WITA, sejam lebih cepat dari Jakarta). Sempat ditahan beberapa lama di kantor imigrasi KLIA karena kami tidak bisa menunjukkan VISA yang valid (karena memang belum dikirim oleh MMU). Sampai akhirnya, Mr. Imi, perwakilan dari MMU menjemput kami dan memberikan penjelasan kepada pihak imigrasi.

Kami juga berkenalan dengan Romeo, pemuda kulit hitam asal Angola yang sama-sama menuju MMU. Kami dijemput menggunakan minibus dan segera melanjutkan perjalanan menuju kampus MMU. Kami langsung dibawa menuju komplek hostel (asrama). Mr. Johari, pengurus HB1, langsung menyambut kami dan langsung mengantar kami ke kamar masing-masing. Seusai memberikan sedikit penjelasan dan beberapa formulir, Mr. Johari meninggalkan kami. Setelah mandi dan membersihkan kamar, saya langsung istirahat. Itulah tidur pertama saya di Malaysia.

Raiz, Romeo, me at the KLIA

Raiz, Romeo, me at the KLIA

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s