Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca

Album: Self-titled Efek Rumah Kaca
Members: Adrian (Bass & Backing Vocal) Akbar (Drum & Backing Vocal) Cholil (Vocal & Guitar)


Efekrumahkaca

Hohohoho…here I am, back to this world giving some review (yg sering kali menyesatkan hahaha!!!). Kali ini gw bakal nyoba buat ngereview sebuah karya anak bangsa yang cukup patut untuk mendapat nilai lebih dalam dunia musik. Seperti yang mungkin sebagian dari lo-lo yang mengikuti perkembangan industri telekomunikasi…eh, maksud gw industri musik tanah air udah pada tau kalo industri kita saat ini dikuasai sama orang-orang yang cuman peduli sama laba. Liat aja, semuanya cuman bikin lagu yang (maaf aja) seringkali dengan tujuan biar easy-listening n banyak didengerin orang, walopun sebulan kemudian udah ilang entah ke mana. Yang parah, para musisi ini seolah lupa (ato gak tau) gimana caranya bikin karya yang berkualitas, mendidik bukannya membodohi masyarakat dengan kisah2 cinta ngga mutu, selingkuh n materi-materi laen yang gak mutu. Seolah udah nggak ada lagi (kalo engga ya sedikit..) musisi yang peduli sama keadaan sosial masyarakat.

Di tengah kondisi industri musik yang kayak gini, ternyata masih ada tiga orang anak muda yang gak mau larut gitu aja ama “kebodohan” yang dikampanyekan musisi-musisi gila itu. Yup…mereka adalah Cholil, Adrian, dan Akbar yang tergabung dalam Efek Rumah Kaca. Band ini dibentuk tahun 2001 dengan personil awal lima orang dan menyusut hingga tertinggal tiga orang. Pada September 2007 Efek Rumah Kaca (ERK) merilis sebuah debut album, self-titled Efek Rumah Kaca.

Album yang berdurasi total sekitar 55 menit ini terdiri dari 12 track lagu. Gw bakal nyoba buat ngasi review gw dari tiap track yang dibawain ama ERK:

01. Jalang
Lagu yang berada di track pertama ini mengisahkan tentang sebuah pemberontakan terhadap penguasa. Di mana yang berani “cerewet” niscaya bakal dihabisin (dikebiri…). Orde baru banget pokoknya.

02. Jatuh Cinta Itu Biasa Saja
Di lagu yang kedua ini, ERK ngasi sebuah musik bertempo lambat dan tenang yang kayaknya pengen bilang bahwa pacaran itu gak usah berlebihan. Yang penting dalem hati aja…hehehe

03. Bukan Lawan Jenis
Di track ketiga, ERK nyoba buat ngangkat sebuah tema yang saat ini mungkin cukup populer dan sering kejadian terutama di kota2 besar..yak, cinta sesama jenis. Di sini dikisahkan dengan cukup apik bagaimana rasanya seseorang yang disayangi oleh sesama jenisnya. Cukup menghibur.

04. Belanja Terus Sampai Mati
Budaya konsumtif yang semakin merajalela di masyarakat kita dijelasin ama ERK di track yang keempat. Dengan kemasan musik rock vintage, ERK mencoba memaparkan kehidupan kita yang suka banget buang2 duit n bangga dengan keangkuhan yang didapet.

05. Insomnia
ERK juga nyoba buat nyeritain salah satu penyakit masyarakat perkotaan, yaitu penyakit susah tidur alias Insomnia. Dibawain dengan musik yang cukup keras, cukup terasa gimana susahnya tidur orang yg terinfeksi insomnia 😛

06. Debu-debu Beterbangan
Ini salah satu track favorit gue. Lirik lagu ini langsung ngingetin gw sama surat Al-Ashr di Al-Quran. Dimulai dengan kata-kata demi masa…… ERK menceritakan bahwa kita ini sesungguhnya terlalu banyak berbuat dosa. Padahal nantinya kita bakal dimintain pertanggungjawaban dan di saat itu kita akan bingung mencari perlindungan…..

07. Di Udara
Track kedua terbaik menurut gw. Lagu Di Udara didedikasikan untuk salah seorang pejuang HAM sekaligus dedengkot KONTRAS yang telah tiada, almarhum Munir, yang meninggal akibat racun arsenik dalam penerbangannya ke Belanda. Saluuut buat ERK!!

08. Efek Rumah Kaca
ERK juga peduli terhadap kerusakan yang sedang terjadi pada bumi kita ini. Dengan judul lagu yang sama, Efek Rumah Kaca menceritakan bagaimana tipisnya ozon kita dan kalo kita tetep gini-gini aja…maka nantinya kita bakalan “terbakar”….

09. Melankolia
Di track yang kesembilan ini, musik berubah jadi super-melankolis, dengan gebukan drum Akbar yang cukup menarik. ERK mencoba untuk menceritakan gimana murung n sepi itu indah…such a freak guy 😛

10. Cinta Melulu
Salah satu single andalan ERK yang banyak diputar di radio-radio. Lagu ini menceritakan gimana musisi-musisi kita terlalu banyak ngebikin lagu berbau cinta, selingkuh, patah hati dll… Dan ERK secara cerdas ngasi pesen dalam lagu ini: “Woeee…orang Indonesia..wakeUP!!! Jangan mau melulu ama lagu macem ginian!!!!”

11. Sebelah Mata
Ini lagu favorit gue di album ini. Bercerita tentang seorang penderita diabetes dikemas dalam sebuah musik yang phsycadelic. Ni lagu pas banget pokoknyaa, ditambah lagi sama kebutaan yang diakibatkan sama ni penyakit….GOOD JOB ERK!!!

12. Desember
Lagu penutup yang bertempo lambat dengan iringan gitar nan syahdu..cocok banget buat lo yang lagi jatuh cinta ato lagi patah hati kali yak??? Dengerin pas ujan trus sambil tiduran…rasanya gimana gitu….bener2 masuk aja ke dada gue…

Album Efek Rumah Kaca buat gw adalah salah satu karya yang sangat berbeda dan ngasi penyegaran buat industri musik kita. Mudah-mudahan aja ERK bisa terus berkarya dengan idealisme musiknya, biar pendengar musik gak terus2an dibodohin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s